Thursday, February 20, 2014

Sang Heroik: Anatoli Boukreev



Anatoli Boukreev
Anatoli Nikolaevich Boukreev [16 Januari 1958 - 25 Desember 1997] pendaki profesional Kazakhstan, Rusia. Pendaki yang telah melakukan pendakian tujuh puncak dari 14 puncak 8000-an tanpa bantuan tabung oksigen. Dengan catatan 18 kesuksesan mendaki puncak-puncak 8.000 sepanjang tahun 1989 hingga 1997. Mendapat reputasi sebagai pendaki elit internasional, untuk pendakian K2 tahun 1993 dan Everest lewat rute North Ridge, tapi semakin terkenal sejak melakukan tindakan penyelamatan secara heroik pada tragedi Everest 1996. Kenapa saya harus menulis tentang beliau? Ya, karena ia merupakan salah satu tokoh utama yang bisa menyukseskan ekpsedisi Indonesian Everest 1997. Baca selengkapnya di 1st Indonesian Everest 1997
Boukreev lahir di Korkino, Uni Soviet. Ia berasal dari Narod, terlahir dari keluarga biasa dari orang tua yang cukup miskin. setelah menamatkan sekolahnya tahun 1975, ia kuliah ke Univ. Chelyabinks, mengambil jurusan keguruan/pendidik ilmu fisika dan meraih gelar sarjanannya tahun 1979. Pada tahun yang sama ia juga menamatkan pelatihan program ski cross-country.
Setelah lulus, pemuda berusia 21 tahun ini bermimpi menjadi seorang pendaki gunung. Boukreev pindah ke Alma-Ata, ibukota Kazaks, sekarang Kazakhstan, yang terletak di Pegunungan Tian Shan. Sejak tahun 1985 ia menjadi tim mountaineering Kazakhstan, lalu menjadi warga negara Republik Kazakhstan pada tahun 1991, saat Uni Soviet pecah.

Catatan karir pendakian Boukreev
Waktu
Gunung
Keterangan
1987
Lenin Peak (7,134 m)
Pendakian solo pertama.
15 April 1989
Kangchenjunga (8,556 m)
membuat rute baru dengan “Soviet Himalaya Expedition” yang kedua.

30 April - 2 Mei 1989
Melakukan traverse—melintasi dari puncak ke puncak—untuk yang pertama kalinya di empat puncak 8000-an.
April 1990
Gunung McKinley, 6.194 m, (Amerika Utara)
via rute Cassin Ridge
Mei 1990
rute West Rib.
10 Mei 1991
Dhaulagiri (8.167 m)
Rute baru di dinding Barat dengan “Kazakhstan Himalaya Expedition” yang pertama.
7 Oktober 1991
Mount Everest (8.848 m)
lewat rute selatan, South Col.
14 Mei 1993
Mount McKinley (6,194 m)
normal
30 Juli 1993
K2 (8,611 m)
Abruzzi route.
29 April 1994
Makalu II (8,460 m)
normal
15 Mei 1994
Makalu (8,476 m)
normal
17 Mei 1995
Mount Everest
Rute North Ridge
30 Juni 1995
Peak Abai (4,010 m)
Menganta President Kazakhstan
8 Oktober 1995
Dhaulagiri (8,167 m)
fastest ascent record (17h 15m)
8 Desember 1995
Manaslu (8,156 m)
Dengan Kazakhstan Himalaya Expedition ke dua
10 Mei 1996
Mount Everest (8.848)
Rute South Col
17 Mei 1996
Lhotse (8.516 m)
Pendakian solo dan rekor cepat
25 September 1996
Cho Oyu (8,201 m)
Dengan “Kazakhstan Himalaya Expedition” ke tiga
9 Oktober 1996
Shishapangma (8,008 m)
Rute Utara
26 April 1997
Mount Everest (8,848 m)
Mengantar tim Indonesian Everest 1997 menggapai puncak Everest.
23 Mei 1997
Lhotse (8,501 m)
normal
7 Juli 1997
Broad Peak (8,047 m)
Pendakian solo
14 Juli 1997
Gasherbrum II (8,035 m)
Pendakian solo

Pendakian tercepat di McKinley (Denali)
Pada bulan Mei 1990, Boukreev diundang oleh pendaki Amerika untuk mengantar beberapa klien mendaki McKinley. McKinley, juga dikenal sebagai Denali, memiliki ancaman crevasse yang tersembunyi jurang dan cuaca tak terduga yang dingin layaknya Kutub Utara.
Ekspedisi berjalan sukses dan tim berhasil menggapai puncak tanpa musibah apa-apa. Meski selama pendakian ada sedikit hambatan soal bahasa, dan Boukreev harus meminjam peralatan pendakian karena keadaan ekonomi kurang baik. Setelah kliennya pulang, Boukreev memutuskan untuk mencoba melakukan pendakian solo yang cepat ke McKinley sebelum kembali ke Uni Soviet.
Anatoli Boukreev berhasil mendaki solo yang cepat ke Mt. McKinley, tahun 1990. Dengan waktu tempuh 10 ½ jam dari base hingga puncak. Pada musim pada pendakian normal, pendaki menyelesaikan pendakiannya menghabiskan waktu tiga sampai lima hari dari base ke puncak. Rekor Boukreev tercatat di Climbing Magazine tahun 1990, dan dikomentari oleh para ranger McKinley, sebagai sesuatu yang tak masuk akal.
Karakoram 2 (K2)
Pada tahun 1993, Boukreev mencapai puncak K2 melalui Spur Abruzzi, bersama dengan dua rekannya, Peter Metzger dan Andy Locke. K2 adalah gunung tertinggi ke dua di Bumi setelah Gunung Everest. Dengan ketinggian 8.611 meter (28.251 kaki), K2 ada di Pegunungan Karakoram, terletak di perbatasan antara Pakistan dan China. K2 juga disebut sebagai Mount Savage atau Gunung Biadab. Bentuknya mirip piramida curam, rute turunan curam nyaris ke semua arah, dan berbagai bahaya pemanjatan lainnya.
Ketika Boukreev dan dua rekannya mulai turun setelah matahari terbenam, dan pendaki lain dari tim mereka, Reinmar Joswig, sedang naik dan dekat puncak. Boukreev menulis, bahwa ia tak merasakan kemenangan saat menggapai Puncak K2, karena begitu menghabiskan kekuatan fisik dan emosi. Boukreev mendapati dirinya dalam posisi yang berbahaya. Ia telah mengeluarkan terlalu banyak energi saat menempatkan tali tetap di sepanjang celah yang curam dan sempit sebelumnya. Karena tim memaksanya ke puncak sore itu juga, dari pada kembali dulu ke tenda untuk beristirahat dan mendaki lagi keesokan harinya, tapi Boukreev mengalah. Ia menulis: “Selama bertahun-tahun berlatih sebagai atlit ski, lalu sebagai pendaki gunung, saya telah belajar bagaimana memeras tenaga terakhir saya untuk mencapai garis finish. Tapi di gunung jauh lebih berbahaya, karena puncak bukanlah akhir dari perlombaan Anda melawan gunung besar. Untuk bertahan hidup, Anda harus mampu turun dari zona mematikan.
Bahaya yang dihadapi Boukreev pada K2 bahwa puncak terasa seperti garis finish. Kemudian ia menulis, bahwa ia merasa seperti "jeruk yang diperas" dan merasa tak memiliki apa-apa lagi untuk turun. Hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman pendakian sebelumnyanya, Boukreev perlahan berjalan menuruni batu dan salju yang curam. Mengandalkan crampoon di sepatu botnya, dan sesekali harus menjaga tubuhnya agar tak jatuh atau menggelinding meluncur ke dalam jurang. Akhirnya ia berjalan ke tenda di kamp tertinggi. Sementara rekan Jerman-nya, Peter Metzger dan Reinmar Joswig tak pernah muncul, keduanya terjatuh menjemput kematian saat turun.
Tragedi Everest 1996
Boukreev menjadi dikenal sebagai pemandu utama bagi ekspedisi Mountain Madness yang dipimpin Scott Fischer pada Mei 1996. Timi ini meruapakan salah satu tim dari beberapa tim ekspedisi yang hendak mencapai puncak Everest pada hari itu, yakni 10 Mei. Beberapa saat usai menggapai puncak, pada 10 Mei itu, badai bencana melanda. Banyak pendaki yang terjebak di dekat puncak sepanjang malam, dan sebelum tanggal 11 Mei, delapan pendaki dari tiga tim ekspedisi yang berbeda tewas. Boukreev berhasil menyelamatkan tiga pendaki yang terjebak di ketinggian di atas 8000 mdpl, dan enam dari semua klien pendakian ekspedisi Mountain Madness mampu bertahan dari ekspedisi penuh cobaan itu.
Galen Rowell menggambarkan upaya penyelamatan Boukreev ini di Wall Street Journal sebagai: "Salah satu penyelamatan yang paling menakjubkan dalam sejarah pendakian. Dilakukan seorang diri beberapa jam setelah mendaki Everest tanpa oksigen ..."
Namun, penulis Jon Krakauer mengkritisi aksi Boukreev dalam bukunya, Into Thin Air. Selanjutnya, Boukreev dihubungi oleh berbagai media sebagai jawaban, dan menulis pengalamannya sendiri ke buku berjudul the Climb, ditulisnya bersama Gary Weston DeWalt. Inti dari kontroversi itu adalah soal keputusan Boukreev yang mencoba ke puncak tanpa oksigen tambahan, dan memimpin turun kliennya ke kamp dengan menghadapi kegelapan dan badai salju. Dia salah satu orang pertama yang mencapai puncak pada hari bencana itu, dan tinggal di, atau di dekat puncak hampir selama 1,5 jam, untuk membantu orang lain, sebelum kembali ke tendanya pukul 5 sore pada 10 Mei, jauh di atas para pendaki terakhir dari timnya.
Pendukung Boukreev menunjukkan fakta bahwa dia kembali ke camp, yang memungkinkan ia cukup istirahat, ketika badai salju mereda, sekitar tengah malam, ia kembali ke gunung dalam upaya penyelamatan dan memimpin beberapa pendaki yang terdampar kembali ke kamp penyelamatan. Penentang Boukreev mengatakan bahwa ia hanya tinggal dengan klien, ia berada di posisi yang lebih baik untuk membantu mereka menuruni gunung, meski begitu, perlu dicatat bahwa semua klien Boukreev selamat, termasuk tiga orang, Pittman, Fox, Madsen, yang ia selamatkan pada 11 Mei, setelah ia beristirahat dan mengatasi hipoksianya. Satu-satunya kematian yang diderita oleh tim Adventure Consultants yang dipimpin oleh Rob Hall, adalah Rob sendiri. Ia memilih untuk bertahan, dan menjaga klien yang terlambat turun, dari pada membantunya turun.
Merespon buku Into Thin Air, Simone Moro, pendaki Italia, berkata pada Jon Krakauer: "Kau tak mengenal siapa Anatoli sebenarnya. Kau Amerika, dan dia Rusia. Kau pendatang baru di 8000-an, sementara dia di level terbaik sepanjang masa. Kau adalah pendaki gunung normal, dan dia seorang atlet hebat dan hantunya survival. Kau memiliki kenyamanan finansial, ia dikenal selalu kelaparan... Aku pikir kau seperti orang yang baru selesai membaca buku panduan medis, lalu mengklaim mampu mengajar bagaimana menjadi seorang dokter ahli bedah paling terampil di dunia... jika kau ingin benar-benar memberi penilaian tentang keputusannya tahun 1996, ingat ini: Tak ada klien ekspedisinya yang meninggal."
Sebelum kembali ke Amerika, setelah tragedi Everest 1996, masih di tahun yang sama, Boukreev mendaki Lhotse, 8.516 meter (27.940 kaki), puncak yang berada cukup dekat dengan Everest. Dia memutuskan mendaki solo, ia berharap pada proses pendakian itu, ia akan menemukan beberapa penjelasan batin tentang apa yang baru saja terjadi di Everest.

 
Avalanche di Annapurna
Pada tahun 1997, Boukreev adalah penerima penghargaan David A. Sowles Memorial Award. Diberikan oleh American Alpine Club. Salah satu klub pendaki tertua di Amerika Serikat. Disampaikan kepadanya oleh Jim Wickwire, orang Amerika pertama yang berhasil menggapai puncak K2. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi American Alpine Club, atas keberaniannya dalam menyelamatkan pendaki di tragedi Everest 1996. Usaha Boukreev itu disebut sebagai Amazing Resque, sementara ia dijuluki the Ghost of Everest. Tiga minggu kemudian, Boukreev sudah berusaha memanjati sisi selatan Annapurna I, 8.091 m (26.545 ft) bersama Simone Moro, pendaki Italia. Mereka didampingi Dimitri Sobolev, pembuat film dari Kazakhstan yang mendokumentasikan usaha itu.
Pada 25 Desember, sekitar tengah hari, Boukreev dan Moro sedang memperbaiki tali di Couloir, sekitar 5.700 m (18.700 kaki). Tiba-tiba, sebuah tebing es besar pecah, luruh dari ketinggian dinding Barat Annapurna Western Wall. Avalanche bergemuruh turun dari 800 m ( 2.600 ft ). Avalanche memukul Moro menuruni gunung, mendarat tepat di atas tenda mereka di Camp I, 5.200 m (17.100 kaki). Beruntung, Moro yang entah bagaimana ceritanya ia tetap di bagian atas puing-puing longsoran dan berhasil ke luar sendiri dari timbunan salju setelah beberapa menit. Tapi ia tak melihat atau mendengar tanda-tanda keberadaan Boukreev atau Sobolev, yang menghilang di bawah balok es seukuran mobil, Moro turun ke base camp Annapurna, lalu diterbangkan helikopter kembali ke Kathmandu untuk mengoperasi tangannya, yang luka robek sampai tendon. Sebelum kecelakaan itu terjadi tanggal 23 Desember 1997, Simone telah terkena frostbite jari kaki dan tangannya, kemudian luka bakar akibat gesekan tali ketika terseret longsoran avalanche itu.  Linda Wylie, rekannya, mencatatkannya dalam buku berjudul Above the Clouds: The Diaries of a High-Altitude Mountaineer, 2002.
Berita kecelakaan sampai New Mexico, pada tanggal 26 Desember, Linda Wylie, pacar Boukreev, berangkat ke Nepal. Pada tanggal 28 Desember, beberapa usaha pencarian dilakukan di lokasi avalanche menggunakan helikopter, namun cuaca buruk pada akhir Desember menghadang tim pencari untuk menuju Camp I. Tanggal 2 januari 1998, lima orang tim rescue dari Army Sport Club Rusia—Boukreev termasuk anggotanya—yang dipimpin oleh Rinat. Khaibullin mencoba melakukan pencarian jasad Boukreev ke lokasi kecelakaan itu. Selama dua pekan usaha pencarian itu tetap tidak membuahkan hasil. Pada tanggal 3 Januari 1998, para pencari akhirnya mampu mencapai Camp I, dan menemui tenda kosong. Dengan rasa sedih yang dalam, Linda Wylie mengeluarkan pernyataan pilu dari Kathmandu : Ini adalah akhir... tak ada harapan untuk menemukannya hidup-hidup. Ternyata jasad the Ghost of Everest itu tak pernah diketemukan lagi, menyusul rekan-rekannya, Scott Fischer, Rob Hall dan Vladimir Baskirov, tewas di Vladimir Baskirov, tewas di Puncak Tengah Lhotse pada tahun 1997.
Konon, Boukreev sudah bermimpi secara rinci akan mati dalam avalanche sembilan bulan sebelum kematiannya. Ketika teman Boukreev mencoba meyakinkannya agar mengambil jalan hidup yang lain dari yang diyakininya, ia menjawab: "Pegunungan adalah hidup saya, pekerjaan saya. Sudah terlambat bagi saya untuk mengambil jalan lain." Di lokasi base camp Annapurna base-camp, ada memoriam peringatan Boukreev yang memasukkan quotenya: "Gunung itu bukan gedung stadion di mana saya bisa memenuhi pencapaian ambisi saya, Gunung adalah katedral di mana saya bisa menjalankan agama saya." [Ganezh/2014] 

Sumber menulis: en.wikipedia.org/wiki/Anatoli_Boukreev plus sumber lainnya.
foto: I (cuppakopi*com) foto: II (wikipedia*org) foto III (4*bp*blogspot*com)

5 comments:

  1. nice info bro... kebetulan saya juga sedang berniat nulis artikel tentang Anatoli.

    thx.

    ReplyDelete
  2. Hebat...,salut bt inspirasi kemanusiaannya

    ReplyDelete
  3. Hebat...,salut bt inspirasi kemanusiaannya

    ReplyDelete
  4. Hebat...,salut bt inspirasi kemanusiaannya

    ReplyDelete