Novel ini berisi kumpulan cerpen tentang perjalanan Ganes, remaja SMA yang gemar berpetualang. Di sekolahnya, SMU 2000, ia bergabung ekskul sispalanya, Wanacala. Ia dijuluki teman-temannya si Gokil.
Karena suka seenaknya dan rada sableng :P Seluruh kisah dalam novel teenlit era jadul ini di tahun 90-an. Para remajanya belum punya handphone, apa lagi gadget canggih. Paling banter
telepon rumah, kartu telepon, atau pager. Cerita klasik sederhana ini juga mencoba
mengusung pesan moral lewat pengalaman-pengalaman yang dilewati sang tokoh. Sang Tokoh mencoba menangkap esensi positif dari tiap kisah perjalanannya. Kisah petualangan yang tak melulu menjelajahi
gunung dan hutan, namun juga belantara ibu kota. Beberapa kisah saya share di blog ini. Semoga masih bisa menikmati ceritanya, semoga bisa menghibur, atau sekedar bernostalgia sebagai pendaki klasik era 90-an :)
Showing posts with label Books By Me. Show all posts
Showing posts with label Books By Me. Show all posts
Wednesday, February 5, 2014
Monday, February 3, 2014
Artefak Notuta
![]() |
| Covernya hasil tempel-tempel |
"Keterbatasan alat bukanlah hambatan, dan istilah tak berbakat akan sirna, jika kita memang punya niat, ide & semangat kesungguhan untuk mewujudkannya!" [Ganezh/2011]
Saat sekarang, salah seorang temanku menyebut karyaku ini sebagai "artefak" yang harus "dilestarikan" [biar terlihat keren kunamai Artefak Notuta = Novel Tulis Tangan, hihihii] karena semua isi buku ini semuanya ditulis/dibikinkan ilustrasi dengan tulis TANGAN, bukan disengaja atau pengen gaya, tapi [dulu] memang karena keterbatasan sarana ketik.
Tahun 1994, laksana "dark age" bagiku, sementara otakku luber dengan keinginan menulis. Dari pada semua menguap hilang, jadi kutulis dalam sebuah buku yang biasa dipakai oleh tukang kredit atau koperasi. Jadilah Notuta "Adventure of Ganes" kumpulan cerpen yang jadi cikal bakal novel perdanaku "Petualangan Ganes di Rimba Ganas" [sebenernya kurang suka ama judul itu! Tapi dulu cuma bisa manut ama penerbitnya]. Nama penaku dulu "Didiek-OK" Wkwkwkw :D Waktu nulis naskah Jejak Sang Beruang Gunung Norman Edwin aku ganti nama penaku jadi Ganezh. Ide penggunaan nama "Ganezh" saat melihat sebuah peta Himalaya, ada puncak gunung yang bernama "Ganezh" selain memang mendekati nama tokoh utama novel pertamaku, meski sebenarnya beda, antara nama tokoh dan gunung.
Saturday, January 25, 2014
Coming Soon!
ISBN: 000-000-000-0
Author: Ganezh
Penerbit: [Masih cari jodoh]
Dimensi: 00 x 00 cm, 300 hlm [plus!]
SINOPSIS:
Kikan bukan traveler, mapala, apa lagi gadis petualang. Ia hanya gadis
biasa yang sedang bepergian, tapi musibah datang, merubahnya menjadi
seorang survivor. Beruntung dia bertemu Alang, rekan seperjalanan yang
kebetulan anggota mapala. Namun, korban mulai berjatuhan satu persatu.
Alang pun mengalami cidera. Sementara Kikan harus bertahan dengan
segala ketidaktahuannya. Harus memperjuangkan hidupnya di tengah hutan
belantara...
"Diinspirasi dari kisah nyata!"
"Musibah survival itu bukan pilihan. Tapi kita tak bisa menolak, ketika takdir berkehendak. Semua bergantung dengan kesiapan kita sendiri!"
"Musibah survival itu bukan pilihan. Tapi kita tak bisa menolak, ketika takdir berkehendak. Semua bergantung dengan kesiapan kita sendiri!"
Ludah Kembara Kecil
Judul: Ludah Kembara Kecil
Genre: Antologi Puisi Perjalanan
Author: Ganezh
Penerbit: Self Publishing
Cetakan: I (2005) dan II (2006)
Ludah tak selalu diartikan sebagai cairan mulut yang
menjijikan. Karena di sini ludah
adalah ludah kata ketulusan. Kadang berisi nasehat, memohon,
ratapan, menangis, memuji, merayu bahkan mencaci-maki.
Kembara Kecil adalah pengelana atau petualang ‘bau kencur’ yang ‘cetek’ pengalamannya. Entah
berpetualang di alam bebas, cinta atau kehidupan.
Ludah Kembara Kecil adalah antologi celoteh [atau puisi?] yang lahir dari perjalanan pribadi, perjalanan para
sahabat dan perjalananan orang-orang di sekitar.
Jejak Sang Beruang Gunung
Genre : Biografi Tokoh Petualang
ISBN : 979-763-190-7Author: Ganezh
Penerbit: Andi Offset - Jogjakarta
Dimensi : 12 x 19cm, 298 hlm
Cetakan : I (2006), Cetakan II (2007)
Gua akan terus berjalan dan lo masih tertarik,
lo pasti akan senang mendengar cerita-cerita gua.
Karena gua sering cerita, orang-orang akan merasa akrab dan tiba saatnya gua mati, gantian orang-orang yang akan cerita tentang gua!
(Norman Edwin)
SINOPSIS:lo pasti akan senang mendengar cerita-cerita gua.
Karena gua sering cerita, orang-orang akan merasa akrab dan tiba saatnya gua mati, gantian orang-orang yang akan cerita tentang gua!
(Norman Edwin)
Siang
itu, 20 Maret 1992, langit tampak mendung serta angin beku berhembus. Di
hamparan salju putih Aconcagua, di ketinggian
6.700 mdpl. Tampak sosok tubuh tinggi besar berambut gondrong, sedang berjuang
melintasi tanjakan kemiringan 40 derajat. Tak lain itu sosok Norman Edwin, sang
Beruang Gunung Indonesia
yang berambisi mendaki Puncak Tujuh Benua. Sekali lagi, kapas esnya menghujami salju beku. Lalu merayap,
dan bertumpu di ujung kapak es yang membenami salju. Sementara kebekuan dan
keletihan terus mendera. Sengatan nyeri frostbite
di ruas jari tengah beberapa hari lalu terus
menyiksa. Namun tekadnya sudah bulat. Ingin mengibarkan Merah Putih dan panji Mapala UI di puncak tertinggi Amerika Selatan
itu. "Ya, puncak Aconcagua tinggal 200
meter lagi!" Semangatnya dalam hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)




